Awal mei dibuka dengan sebuah berita duka....Mama Merry meninggal dunia sabtu malam kemaren...Innalillahi wa'inaillahi rozi'un....
Perjalanan hidup seorang janda berusia 55 tahun bernama "Merry" cukup membuat gue terharu, dengan hanya mengandalkan penghasilan dari menjahit, beliau mampu bertahan dari kerasnya dunia, padahal beliau juga harus menghidupi ke 5 orang anaknya...She is a real single fighter...I think..
Anak ke 5 Mama Merry sudah seumuran gue....seorang wanita berkulit putih,bermata belo' dan berpipi chubby....Cut fitria saladin namanya....kebetulan dia adalah sobat karib gue.

Sebagai anak bungsu.....tentu saja fitri tumbuh menjadi pribadi yang sangat manja, terutama pada mamanya....hal ini bisa gue maklumi, karena sejak berumur 3 bulan dalam kandungan, fitri sudah ditinggal Papa-nya tuk menghadap Sang Pencipta....Papa "Saladin" pergi tanpa sempat mendengar tangisan pertama anak perempuannya...tanpa sempat mengamati perkembangan "fitri kecil" yang kemudian beranjak menjadi gadis dewasa. Tapi fitri selalu tegar...walau hanya mendapat kasih sayang dari Mama.
32 Tahun hidup bersama sang Mama, membuat hubungan bathin mereka sangat dekat....Segala hal yang dialaminya, selalu fitri ceritakan pada sang Mama...tentang pekerja'an, teman2, bahkan tentang seorang "laki-laki" yang saat ini sedang gencar mendekatinya....fitri juga terbiasa tidur dipelukan Mama setiap malam....terkadang bareng gue juga, jika ada suatu acara yang mengharuskan gue menginap dirumahnya.
************************************
Udah beberapa hari ini HP fitri gak bisa dihubungi, tepatnya sejak kepergian Mama....YM nya tak pernah aktif, dan email juga tidak dibalas...tapi gue masih bisa sedikit bernafas lega, saat gue telp ke kantornya...ternyata fitri ada dan sudah melanjutkan rutinitas kerjanya, walau tetap....gak mau menerima telp dari siapapun....termasuk gue.
Sedih???.......iya... gue sedih banget, bukan hanya karena kehilangan Mama Merry yang dah gue anggap seperti ibu sendiri...tapi juga sedih karena sekarang sobat karib gue juga gak mau dihubungi...
Gue tau dia sangat terpukul dengan kejadian ini....gue tau jiwanya juga masih labil...tapi gue ingin dia berbagi....gue ingin bisa menghapus air matanya jika dia menangis....gue ingin memeluknya saat dia tak kuasa menahan kepedihan....dan gue ingin dia tau....kalau gue selalu ADA untuknya.....