curcol

jadi ceritanya gw punya seorang sahabat, kita saling mengenal karena kebetulan berada dalam satu perkumpulan. Awalnya gw dan dia tidak begitu dekat, cuma saling sapa, saling senyum & sedikit berbicara basa-basi jika bertemu dalam kegiatan kelompok.. namun setelah beberapa X didaulat sebagai panitia dalam acara kelompok, akhirnya kita menjadi lebih akrab, saling bertukar no telp, berbagi info, sampai saling ledek2an di sebuah situs jejaring sosial.

sebagai seseorang yg baru mengenalnya... first impressions yg gw rasa adalah gw kagum padanya, dalam arti kagum melihat kegigihannya mengejar cita2, dia juga ramah & tidak pelit dalam berbagi ilmu.. orangnya berwawasan luas, sopan & tidak neko2... yaaah.. kriteria yg ada di diri dia mmg pas banget dengan kategory yg gw inginkan tuk menyebut seseorang sebagai SAHABAT.

nah, suatu hari... gw dan dia terlibat sebuah percakapan, tapi tiba2 dia ngomongin sesuatu yg gak biasa... suer!! gw kaget, gak menyangka sama sekali.. dan saat itu jg gw mendapat sebuah "firasat" yg tidak enak... entah kenapa hati gw langsung bilang, kalo suatu hari gw bakalan gak bisa lagi bercanda2 ato ngobrolin apa saja seperti sebelumnya dengan dia.. dan nyatanya?... hal itu benar2 terjadi.. gw dan dia lost contact.

jujur!! gw sedih.. sedih kalo gw harus kehilangan sahabat (lagi)... tapi kalo mmg ini yg terbaik tuk sebuah persahabatan, apa mau dikata?... toh hidup adalah pilihan, dan setiap makhluk hidup berhak menentukan pilihannya masing2.

well... yang pasti sampai saat ini, gw memilih tuk TETAP menganggap dia sebagai SAHABAT... meski mungkin dia menganggap gw sebaliknya.. yeah, only GOD knows.

0 komentar:

Posting Komentar

apa katamu??