bapak..

Hari sudah mulai gelap, lampu2 yg dipasang didepan rumah setiap warga tidak bisa sepenuhnya menerangi jalan. Sepi, tak ada seorangpun yg berlalu lalang.

Kugenggam erat kedua tangan anakku, kuajak mereka bergegas melangkah agar tak terlalu kemalaman dijalan. Dan meski ada sedikit rasa takut yg muncul, tapi aku tak ingin menunjukkannya didepan mereka. Kulafazkan sebait do'a tuk meminta perlindungan-NYA di dalam hati. Lalu sayup2 terdengar suara adzan berkumandang dikejauhan.

Ada sedikit penyesalan karena tak mendengar perkataan ibu yang melaranganku pulang saat itu. Tapi aku tak bisa menahan gelisah, sudah dari tadi pagi aku bertandang kerumah ibu, aku harus segera pulang.

Ditikungan jalan aku bertemu Bapak, kulihat beliau sedang berjalan sendiri, sepertinya akan pergi ke masjid, lengkap dengan baju koko putih dan kopiah kesayangannya. Ntah kenapa saat itu kami tak bertegur sapa, aku hanya tersenyum sebelum mempercepat langkah mendahuluinya.

Belum jauh aku meninggalkan Bapak, kulihat ada jembatan kecil didepan. Jembatan yg membentang diatas tali air persawahan itu terbuat dari kayu yg terlihat lapuk, maka kuperintah kedua anakku untuk menyeberang terlebih dahulu, aku takut jembatan itu akan rubuh jika harus menopang beban kami bertiga. Setelah anak2ku selamat sampai diseberang, aku pun menaikinya. Benar saja dugaanku, jembatan itu rubuh, Aku terjatuh.

Kulihat Bapak bergegas menghampiri, mengangkat sepotong kayu jembatan yg ikut rubuh menimpaku, lalu tubuhku dibopong keluar dari dalam kubangan air. Tiada sepatah kata pun yg terucap dari bibirku maupun Bapak, lalu tiba2 aku merasa suara adzan terasa sangat dekat, seolah2 dikumandangkan ditelingaku. Aku tersentak, lalu terbangun dari tidur.

Lama aku tertegun, merenungi mimpi yg baru saja kualami. Jujur... walau sering bertemu, tapi belakangan ini aku memang sudah mulai jarang memperhatikan Bapak. Aku berbicara seperlunya saja, padahal apalah yg bisa kulakukan tanpa Bapak.

Tak terasa Air mataku menetes, Tuhan telah menegurku dengan cara-NYA.
Tiba2 aku rindu & ingin menelpon Bapak.

2 komentar:

Arman 16 Oktober 2011 00.50  

mimpi yang sungguh berarti ya...
bener2 teguran Tuhan tuh... ayoo telpon bapak... :)

heny 23 Oktober 2011 09.40  

iya Man.. ini bener2 teguran yg lgsg ngebuka mata gue... :)

Posting Komentar

apa katamu??